Thursday, December 11, 2008

eXtRaKuliKulER sEkoLahKUw...


Exkul itulah salah satu kegiatan yang tersedia dalam setiap sekolah. Banyak para siswa-siswi sangat senang ketika ia bisa mengikuti exkul disana, baik didalam modern dance, tata boga, design grafis, basket, dan masih banyak lagi. Memang salah satu bagaimana kita mengharumkan nama sekolah kita bukan hanya dari segi pendidikannya tetapi juga melalui exkul, seperti sekolah yang aku tempati disana,aku bangga bersekolah disana karna melalui exkul-exkul yang ada mereka bisa mengikuti lomba-lomba yang ada diberbagai sekolah dengan begitu kita bisa mengikuti lomba tersebut. Walaupun aku tidak ikut serta didalam exkul tersebut yang dimana membawa nama sekolah tetapi aku turut bangga bersekolah disitu karna itu membuktikan bahwa memang masih banyak siswa-siswi yang berbakat yang bakat dimiliki bisa dikembangkan disekolah.

Aku sempat mengikuti exkul Modern dance disekolah, hanya beberapa minggu karena aku juga ada kegiatan lain diluar sehingga mengharuskan saya keluar dari exkul itu, tetapi aku tetap mendukung setiap teman saya mengikuti lomba, tidak ada yang saya bisa bagikan dalam pengalaman saya dalam mengikuti exkul tetapi saya hanya bisa membagikan rasa bangga saya terhadap sekolah ini, karna melalui exkul siswa-siswi dapat menyalurkan bakat-bakat yang dimiliki sehingga mereka tidak menghabiskan waktuterlalu banyak diluar dengan melakukan hal-hal yang tidak begitu penting, dan juga dengan adanya seperti ini dapat membawa nama harus sekolahku. tidak butuh keikutsertaan jika kita ingin bangga terhadap apa yang ada tetapi ketika kita bisa memberi dukungan/ support terhadap teman-teman kita, kebanggan itu pun menjadi sesuatu ang membahagiakan. Ternyata.. dengan adanya exkul banak sisi positif yang bisa didapatkan saat kita bersekolah..



By : paramitha marcela (XI IPS 1)

Vianney Kebanggaanku

Kebanggaan seorang murid adalah ketika seorang murid dapat berada didalam sekolah yang didamba-dambakannya. Karna mungkin memang itulah yang diinginkan para murid dijaman sekarang ini.
Begitu banyak sekolah yang didambakan para siswa-siswi, yang dilihat dari segi fasilitas, kebutuhan para siswa yang terpenuhi, dan juga pendidikanyang diberikannya. Dan aku merasa Vianney masuk dalam katagori sekolah itu. Saat pertama kali memasuki sekolah itu di pertengahan tahun 2006, aku menyadari bahwa memang sekolah ini pilihan yang terbaik. Dilihat dari segi fasilitas yang disediakan memang kurang dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang banyak ada di Jakarta, tetapi bukankah ketika kita kembali ke tujuan utama seorang siswa bersekolah yang yaitu untuk mencari ilmu dan mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya, kita akan tahu bahwa fasilitas bukanlah menjadi yang terpenting dalam memilih sebuah sekolah tetapi seberapa kita tahu dan yakin akan pendidikan yang akan diperoleh oleh seorang murid.

Kebutuhan seorang siswa adalah bukan hanya ketika seorang murid mendapatkan ilmu-ilmu dari pihak guru tetapi ketika ia telah menghadapi suatu masalah, pihak yang berada disekolah baik itu teman-temannya ataupun pihak para guru-guru memberika sebuah perhatian. Dan Vianney memberikan itu semua kepada murid-muridnya khususnya kepadaku karena ini menjadi pengalamanku.
Waktu itu saat aku menghadapi masalah pribadi dengan orang tuaku, wali kelasku secara khusus memanggilku yang ternyata orang tuaku berada disekolah bersama wali kelasku. Walaupun wali kelasku tidak begitu mengetahui apa yang aku alami, tetapi ketika ia tahu bahwa waktu belajarku menjadi terganggu karena masalah yang kualami, ia mencariku karena ia pun tak ingin terjadi sesuatu denganku yang menggangu sekolahku. Akhirnya masalahku terselesaikan dengan orang tuaku. Dan dengan pengalaman yang kualami ini juga menyadarkan aku bahwa memang sekolah bukan hanya mementingkan pendidikan saja tetapi keadaan seorang siswa yang sedang mengalami masalah yang membuatku menjadi tidak lebih baik.

Kebanggaan yang kurasakan itu tidak terbalas dengan semua yang diberikan dari pihak guru-guru kepadaku, perhatiannya, ilmu, dan semua itu membuatku sangat bangga akan keberadaanku di sekolah Vianney. Tidak sia-sia jika hari-hari belajarku dihabiskan di sekolah Vianney, karna disitupun aku merasakan akan semangat yang terus berkobar-kobar dalam bersekolah, kenyamananyang diberikan sekolah, dan juga hubungan teman-teman dan para guru disana yang bisa membuatku untuk saling membangun satu sama lain, dengan semua alasanku berada disekolah Vianney ini aku menjadi mengerti apa arti sesungguhnya sekolah itu dan betapa pentingya sekolah itu. Dan…
Aku bangga sebagai siswa Vianney.
Terima kasih..




By : Paramitha marcella (XI IPS 1 Vianney)

Tuesday, October 28, 2008

baSkEtbAlL





Basketball is a team sport in which two teams of five active players each try to score points against one another by propelling a ball through a 10 feet (3 m) high hoop (the goal) under organized rules. Basketball is one of the most popular and widely viewed sports in the world.[citation needed]

Points are scored by shooting the ball through the basket above; the team with more points at the end of the game wins. The ball can be advanced on the court by bouncing it (dribbling) or passing it between teammates. Disruptive physical contact (fouls) is not permitted and there are restrictions on how the ball can be handled (violations).

Through time, basketball has developed to involve common techniques of shooting, passing and dribbling, as well as players' positions, and offensive and defensive structures. Typically, the tallest members of a team will play center or one of two forward positions, while shorter players or those who possess the best ball handling skills and speed, play the guard positions. While competitive basketball is carefully regulated, numerous variations of basketball have developed for casual play. In some countries, basketball is also a popular spectator sport.

While competitive basketball is primarily an indoor sport, played on a basketball court, less regulated variations have become exceedingly popular as an outdoor sport among both inner city and rural groups.

Cantik? apkH harus KUruS?



Isu mengenai berat badan ideal selalu menjadi pembicaraan di kota metropolis seperti Jakarta. Bagi yang memiliki berat badan berlebih, menurunkan berat badan agar kelihatan langsing merupakan kewajiban agar "diterima" dalam lingkungan sosialnya. Tidak jauh beda dengan si kurus, segala cara akan diusahakan untuk bisa mencapai tubuh berisi yang seksi, mulai dari makan makanan dengan karbohidrat tinggi sampai dengan terapi suntik hormon yang dapat menguras isi kantong. Semuanya ini dilakukan agar dapat memenuhi standar penampilan fisik yang aduhai.

Zaman dulu, kurus menjadi icon dan parameter bentuk tubuh ideal untuk seorang model yang berjalan di atas panggung catwalk, sehingga banyak orang menjadi terobsesi menjadi kurus. Nah, sekarang kurus tidak lagi menjadi tren. Banyak orang (baca:wanita) justru cenderung merindukan bentuk tubuh yang berisi dan berlekuk. Coba deh bandingkan antara bentuk tubuhnya Kate Moss dengan Jennifer Lopez. Sebagian besar kaum adam mengaku body seksi seperti J-Lo lebih menarik ketimbang paras wajah. Tentu saja fisik yang berisi dan seksi bukanlah menjadi satu satunya faktor penentu dalam memperoleh pekerjaan atau mendapatkan pasangan, tetapi hal ini dapat memupuk kepercayaan diri kita untuk bisa berkarya sebaik mungkin.

Seperti yang terjadi pada Novy, mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dengan tinggi 171 cm dan berat hanya 43 kg, Novy sangat tidak percaya diri untuk melakukan fashion experiment. Dengan fisik yang sangat kurus, Novy selalu mendapat masalah dengan pakaiannya. Sering kali Novy harus menjahit ulang celana atau rok, dan bahkan merapatkan baju dengan peniti agar bisa pas melekat di badan. Rasa kurang percaya diri ini semakin berkembang tatkala Novy melihat rekan rekan wanitanya bisa mengenakan model baju stretch tank top ataupun backless. Agaknya prestasi Novy dalam menaikkan berat badan tidak secemerlang prestasi akademiknya di kampus.

Dalam kesehariannya Novy selalu berusaha untuk menaikkan berat badannya dengan banyak cara. Mulai dari minum jamu gendong, tablet herbal penggemuk badan, suntik hormon, melipatgandakan porsi makan, sampai ngemil di malam hari. Semua usaha tersebut tidak memberikan hasil maksimal. Berat badan Novy hanya naik 1 kg dan bertahan dalam hitungan 1 bulan untuk kemudian turun kembali ke angka awal.

Sampai akhirnya seorang teman menyarankannya untuk rutin minum susu. Ini bukan susu sembarangan, melainkan Appeton Weight Gain (AWG), susu impor dari Perancis yang diformulasikan khusus untuk membantu meningkatkan berat badan secara alami dan sehat. Semula Novy ragu, namun setelah sang teman menjelaskan bahwa produk yang dimaksud merupakan produk yang berkualitas tanpa efek samping, maka Novy pun tak urung tertarik untuk mencobanya.

Alhasil, dalam waktu 2 bulan mengkonsumsi 1 gelas susu di waktu pagi, siang dan sore, perubahan positif mulai nampak pada fisik Novy. Selama proses tersebut, Novy tidak sedikitpun mengurangi pola makan 3 kali sehari sehingga secara bertahap namun pasti, tubuh kerempengnya mulai berisi. Yang paling menggembirakan adalah pencapaian berat badan tersebut tidak bersifat yo-yo alias turun lagi.

Rahasianya terletak pada efektivitas AWG dalam membantu meningkatkan penyerapan protein sehingga dapat memacu pertumbuhan jaringan tubuh. Dengan PER dan biovabilitas yang tinggi, AWG dapat meningkatkan penyerapan protein sehingga jaringan tubuh dapat terbentuk. Berkat AWG, Novy kini tak lagi minder untuk bisa tampil menawan dengan kebaya saat pesta wisuda.